Senin, 25 Agustus 2014

Kalimat Perintah


KALIMAT PERINTAH

 

Kalimat suruh yang sebenarnya

Kalimat suruh yang sebenarnya biasanya ditandai dengan pola intonasi suruh. kalimat perintah jenis ini dapat dijabarkan hanya dengan sebuah verba intransitif. Namun, adapula yang menggunakan struktur kalimat lengkap, menggunakan verba transitif disertai objeknya. Sebagai pengukuh perintah, kalimat ini biasanya menggunakan partikel -lah dan kata tolong, contoh:

a). Beristirahatlah!

b). Datanglah engkau ke rumahku!

c). Carilah buku baru itu ke perpustakaan!

d). Pakailah baju yang bersih!

e). Tolong ambilkan minum saya!

 

Kalimat perintah persilahan

Kalimat persilahan ditandai kata silahkan atau dipersilahkan yang terletak di awal kalimat. Subjek dapat dihilangkan dapat pula tidak. Misalnya :

a). Silahkan Bapak duduk di sini!

b). Dipersilahkan Tuan mengambil buku sendiri!

c). Silahkan datang ke rumahku!

d). Dipersilahkan berangkat dahulu!

 

Kalimat perintah ajakan

Kalimat ajakan adalah kalimat yang mengharapkan tanggapan yang berupa tindakan dari orang yang diajak bicara. Selain ditandai pola intonasi suruh, kalimat ajakan juga ditandai dengan kata kata ajakan, seperti mari, marilah, ayo, dan ayolah. Contoh :

a). Mari kita berangkat sekarang!

b). Marilah belajar ke perpustakaan pusat!

c). Ayo kita bermain bola!

d). Ayolah duduk di depan!

 

Kalimat perintah larangan

Kalimat larangan ditandai dengan pola intonasi suruh dan kata jangan. Partikel-lah dapat ditambahkan pada kata tersebut untuk memperhalus larangan. Subjek dapat dihilangkan. Contoh :

a). Jangan engkau membaca buku ini!

b). Janganlah engkau berangkat sendiri!

c). Jangan suka menyakiti hati orang!

 

 

 

 

 

 

 

 

A Perintah Biasa

 

Perintah biasa bervariasi, dari perintah yang lunak sampai perintah yang sangat keras. Intonasi yang dipergunakan pun bervariasi.

Contoh:

- Usir anjing itu!

- Usirlah anjing itu!

- Pergi!

- Pergilah dari sini!

- Masuk!

- Kerjakan soal – soal ini sebaik – baiknya!

B. Perintah Permintaan

Perintah permintaan adalah perintah yang halus. Orang yang menyuruh bersikap merendah.

Contoh :

- Coba dengarkan baik-baik!

- Tolong bawa buku itu ke sini!

- Harap berdiri!

- Kalau boleh, bantulah anak itu!

- Kalau ada waktu, bacalah buku ini!

- Bolehkan saya duduk di sini!

- Saya minta dengan hormat, supaya anda pergi dari sini!

C. Perintah mengizinkan

Perintah mengizinkan adalah perintah biasa yang ditambahkan dengan pernyataan yang mengungkapkan pemberian izin.

Contoh :

- Ambilkan buku itu, seberapa kau suka!

- Makanlah, semampu anda!

D. Perintah Ajakan

Perintah ajakan biasanya didahului oleh kata – kata ajakan seperti marilah, baiklah.

Contoh :

- Marilah kita berdoa lebih dulu!

- Baiklah kamu jalan duluan!

E. Perintah bersyarat

Perintah bersyarat adalah perintah yang mengandung syarat untuk terpenuhi sesuatu hal

Contoh :

- Tanyakanlah kepadanya, tentu ia akan menerangkan kepadamu !

- Bantulah dia, pasti pekerjaannya akan segera selesai!

F. Perintah Sindiran

Perintah sindiran adalah perintah yang mengandung ejekan karena yakin bahwa yang diperintah tidak mampu melaksanakan yang diperintahkan

Contoh :

- Kerjakan sendiri, kalau kamu bisa!

- Dekatilah anjing itu, kalau kamu berani!

G. Perintah Larangan

Perintah larangan adalah perintah yang melarang seseorang melakukan sesuatu hal. Bila larangan itu bersifat umum atau resmi digunakan kata dilarang. Bila larangan itu bersifat khusus atau tidak resmi digunakan kata jangan.

 

Contoh :

- Dilarang membuang sampah disini!

- Jangan merokok!

 

Kalimat Perintah (kelas XI)

Pengertian dan Ciri Kalimat Perintah

Kalimat perintah adalah kalimat yang berisi perintah kepada orang lain

untuk melakukan sesuatu atau kalimat yang dipakai untuk mendapatkan

tanggapan sesuai dengan kehendak penuturnya.

Ciri-ciri kalimat perintah adalah seperti berikut.

1. Menggunakan partikel –lah.

Contoh:

1. Pergilah dari sini!

2. Cepatlah kamu mandi!

3. Bantulah adikmu!

2. Berpola kalimat inversi (PS).

Contoh :

1. Ambilkan buku itu!

2. Santaplah makanan itu!

3. Menggunakan tanda seru (!) bila digunakan dalam bahasa tulis.

Contoh:

1. Pergilah dari sini!

2. Ayo masuk!

3. Pulanglah!

4. Kalimat perintah jika dilisankan berintonasi menaik di awal dan

berintonasi rendah di akhir.

B. Jenis-Jenis Kalimat Perintah

1. Kalimat Perintah Biasa

1. Masukkan barang-barang ini ke dalam bagasi mobil!

2. Antarkan surat ini kepada Pak RT sekarang juga!

2. Kalimat Perintah Ajakan

Contoh:

1. Marilah kita gunakan tekstil buatan dalam negeri demi menyukseskan

program pemerintah.

2. Ayolah bersenam pagi setiap hari agar badan kita menjadi sehat.

3. Kalimat Perintah Larangan

Contoh:

1. Jangan membuang sampah di sini.

2. Jangan dekati tempat itu.

4. Kalimat Perintah Permintaan/Larangan

Contoh:

1. Saya berharap Anda hadir di acara itu.

2. Saya minta kerjakan tugasmu tepat waktu.

5. Kalimat Perintah Permohonan

Contoh:

1.     Saya mohon kamu bisa datang di acara pesta ulang tahunku.

2. Kami mohon kepada-Mu, ya Tuhan, tunjukkanlah jalan yang lurus

yang Engkau ridhoi.

6. Kalimat Perintah Pembiaran

Contoh:

1. Biarlah aku yang membawa barang itu.

2. Biarkan dia pergi sendiri.

7. Kalimat Perintah Sindiran

Contoh:

1. Maju kalau kamu berani.

 

2. Ambil saja kado yang kauberikan kalau kau tidak malu

terhadapnya.

8. Kalimat Perintah yang Menuntut Proses atau Langkah Kerja

Contoh:

1. Urutlah dari nomor kecil hingga nomor yang besar.

2. Susunlah sehingga membentuk lingkaran penuh.

9. Kalimat Perintah yang Berbentuk Kalimat Berita

Contoh:

1. Hendaknya Anda bersedia menjadi pengurus kegiatan itu.

2. Terima kasih Anda tidak menolak untuk menjadi pembawa acara

pada malam reuni nanti.

Kalimat perintah beragam jenisnya mulai dari yang kasar sampai yang

halus. Bahkan karena halusnya sering orang tidak menyadari bahwa hal

tersebut berupa perintah.

Kalimat perintah dapat diperhalus dengan menggunakan unsur-unsur

berikut.

1. Menggunakan kata-kata seperti mohon, tolong, sudilah, harap, silakan,

hendaknya, sebaiknya.

Contoh:

1. Mohon kembalikan buku itu di meja saya.

2. Silakan masuk.

3. Tolong buatkan kopi untuk Ayah.

4. Hendaknya kamu pulang sekarang.

5. Harap datang tepat waktu

6. Sebaiknya cepat bawa adikmu ke rumah sakit.

7. Sudilah Anda membantu saya menyelesaikan tugas ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Jenis-Jenis Kalimat Perintah

 

1. Kalimat Perintah Biasa

   

    Contoh.

 

     a. Masukkan barang-barang ini ke dalam bagasi mobil!

     b. Antarkan surat ini kepada Pak RT sekarang juga!

 

 

2. Kalimat Perintah Ajakan

 

    Contoh:

·         Marilah kita gunakan tekstil buatan dalam negeri demi menyukseskan program pemerintah.

·           Ayolah bersenam pagi setiap hari agar badan kita menjadi sehat.

 

3. Kalimat Perintah Larangan

 

    Contoh:

 

    a. Jangan buang air disini.

    b. Jangan makan roti itu.

 

4. Kalimat Perintah Permintaan/Larangan

 

    Contoh:

 

     a. Saya berharap kamu hadir pada acara ulang tahunku.

     b. Saya minta kerjakan tugasmu tepat waktu.

 

5. Kalimat Perintah Permohonan

 

    Contoh:

 

    a. Saya mohon kamu bisa datang di acara pesta ulang tahunku.

    b. Kami mohon kepada-Mu, ya Tuhan, tunjukkanlah jalan yang lurus yang Engkau ridhoi.

 

 

6. Kalimat Perintah Pembiaran

 

    Contoh:

 

     a. Biarlah aku yang memikul masalah ini sendirian.

     b. Biarkan dia menangis seperti itu.

 

7. Kalimat Perintah Sindiran

    Contoh:

 

     a. Maju kalau kamu berani.

     b. Ambil saja kado yang kau berikan kalau kau tidak malu terhadapnya.

 

 

8. Kalimat Perintah yang Menuntut Proses atau Langkah Kerja

 

    Contoh:

     a. Isilah denagn memberi tanda centang pada jawaban yang benar.

     b. Susunlah sehingga membentuk lingkaran penuh.

 

 

 

9. Kalimat Perintah yang Berbentuk Kalimat Berita

    Contoh:

a.       Hendaknya Anda bersedia menjadi pengurus kegiatan itu.

b.      Terima kasih Anda tidak menolak untuk menjadi pembawa acara pada malam reuni nanti.

 

Kalimat perintah beragam jenisnya mulai dari yang kasar sampai yang halus. Bahkan karena halusnya sering orang tidak menyadari bahwa hal tersebut berupa perintah. Kalimat perintah dapat diperhalus dengan menggunakan unsur-unsur berikut.

 

1. Menggunakan kata-kata seperti mohon, tolong, sudikah, harap, silakan, hendaknya, sebaiknya

    Contoh:

 

Ø  Mohon kembalikan buku itu di meja saya.

Ø  Silakan masuk

Ø   Tolong buatkan kopi untuk Ayah.

Ø  Hendaknya kamu pulang sekarang.

Ø  Harap datang tepat waktu

Ø   Sebaiknya cepat bawa adikmu ke rumah sakit

Ø  Sudilah Anda membantu saya menyelesaikan tugas ini.

 

 

2. Menggunakan partikel -lah

    Contoh:

     a. Berangkatlah lebih halus daripada berangkat.

 

3. Pengubahan ke struktur tanya.

     Contoh:

      Apakah tidak ada petugas piket yang menghapus papan tulis?

 

4. Pengubahan ke struktur berita.

   Contoh:

    Panitia sangat gembira jika Bapak/Ibu berkenan hadir pada acara perpisahan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar